Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Bagi Pemula

 

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Bagi Pemula

catfish-6274101_640.jpg

Pixabay.com

Budidaya ikan lele menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan mengingat tingkat konsumsi dan permintaan ikan lele ini cukup tinggi di pasaran. 

Dengan potensi yang terbuka ini, banyak pemula yang berupaya terjun ke dunia ternak lele dengan menggunakan kolam terpal. Cara budidaya ikan lele kolam terpal bagi pemula pun sebenarnya juga tidak terlalu sukar.

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Bagi Pemula 

Kalau Anda juga tertarik untuk mulai menekuni bisnis ternak ikan lele dengan menggunakan kolam terpal, berikut ini adalah beberapa cara yang patut untuk dipertimbangkan sebagai peternak pemula.

1. Menyiapkan Media Kolam Terpal Dengan Baik

Budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal memang sangat mudah, dan bahkan bisa Anda lakukan di pekarangan rumah yang memiliki luas lahan terbatas. Sebelum memulai usaha peternakan lele, tahapan pertama yang perlu kamu lakukan adalah dengan menyiapkan media kolam terpal sebaik mungkin.

Untuk kolam terpal, Anda bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan terpal yang ada ataupun bisa juga membeli kolam terpal yang sudah siap pakai (Anda hanya perlu merangkainya saja). Kemudian isi kolam terpal tersebut dengan air setinggi 20-30 cm dan biarkan antara 7-10 hari agar terbentuk lumut dan fitoplankton untuk makanan tambahan lele.

Cara budidaya ikan lele kolam terpal bagi pemula yang berikutnya adalah dengan menambahkan air hingga ketinggian 80-90 cm ketika kolam tersebut sudah terbentuk lumut. Untuk mengurangi bau, Anda bisa menambahkan daun pepaya atau daun singkong.

2. Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Bagi Pemula Dengan Memilih Bibit Berkualitas

Tahapan selanjutnya adalah dengan memilih bibit ikan lele yang baik dan juga berkualitas. Untuk mendapatkan bibit ikan lele, Anda bisa mendapatkannya dari pengepul ataupun juga dari peternak ikan lele lain yang berpengalaman dan menyediakan bibit benih ikan lele. Anda bisa memilih benih dengan ukuran sesuai yang Anda butuhkan.

Beberapa ciri benih lele yang berkualitas diantaranya adalah warna yang mengkilap, bentuk tubuh bagus, dan juga memiliki gerakan yang cukup gesit.

3. Tebarkan Benih Ikan Lele Dengan Benar

Setelah menemukan bibit ikan lele yang berkualitas, tahapan selanjutnya adalah dengan menebar benih-benih tersebut ke kolam terpal yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Proses penebaran benih ikan lele ini juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan serampangan karena bisa mempengaruhi kesehatan ikan lele.

Sebaiknya jangan menebar benih dalam jumlah yang banyak secara sekaligus untuk menghindari stres pada ikan yang berpotensi meningkatkan kematian benih ikan tersebut.

 Anda bisa melakukan penebaran secara pelan dan bertahap. Sebaiknya penebaran dilakukan pada pagi atau malam hari karena udaranya akan membuat air menjadi sejuk dan bagus untuk ikan lele.

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Pemeliharaan ikan lele tidak hanya berkaitan dengan pemberian pakan saja namun juga aspek kesehatan lain seperti kondisi air, ketinggian air, tingkat kematian benih, dan bahkan juga proses penyortiran ikan lele agar bisa didapatkan ikan lele dengan ukuran yang hampir seragam.

Pemberian pakan umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari yakni pada pagi hari sekitar jam 7, lalu pukul 5 sore, dan juga pukul 10 malam.

5. Proses Panen Ikan Lele

Ketika sudah memasuki usia 3 bulan dari masa tebar umumnya ikan lele sudah bisa dipanen. Kolam yang siap dipanen umumnya ditandai dengan perubahan warna air yang tadinya kehijauan menjadi kemerahan.

Demikianlah beberapa cara budidaya ikan lele kolam terpal bagi pemula yang perlu Anda ketahui. Berbekal beberapa tips di atas, Anda pun sudah bisa memiliki gambaran jika ingin mulai usaha berternak lele.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel